Mekanisasi Pertanian || Teknologi Penyiraman
Mengakar.com - Teknologi penyiraman adalah pengembangan irigasi tradisional menjadi suatu sistem penyiraman yang lebih maju dan effisien dalam menjaga ketersedian air dan mengelola dari bencana kekeringan. Pada kali ini, teman-teman akan membahas teknologi penyiraman pada kegiatan pertanian pada sub-bab 5. Berikut ini Mekanisasi Pertanin Teknologi Penyiraman.
Latar Belakang
Sejak tahun 1960-an saat Revolusi Hijau mulai dikembangkan secara besar-besaran di dunia, khususnya di benua Eropa. Permasalahan irigasi terus menjadi hal serius yang harus segera diatasi. Hal ini disebabkan fenome Global Warming mulai terjadi yang mengakibatkan kondisi iklim menjadi tidak menentu dan tidak stabil (Pancaroba). Sehingga, dibeberapa wilayah dunia khususnya di pada zona Tropis hingga Sub-tropis sering mengalami kekurangan ketersedian air. Oleh sebab itu, teknologi penyiraman mulai dikembangkan.
Disisi lain, teknologi penyiraman atau irigasi mulai dipergunakan karena adanya pertumbuhan penduduk secara cepat yang diikuti oleh kebutuhan produksi pangan yang meningkat. sehingga, diperlukan ketersediaan air yang cukup dengan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, pelestarian usaha-usaha produksi komditas, serta mempersiapkan cadangan penyimpanan air untuk persaingan antara domestik dan industri.
Faktor-Faktor Irigasi
1. Faktor kondisi tanah
2. Faktor Komoditas dan Biodevesrsitas
3. Faktor Ikim, mengarah pada curah hujan dan iklim wilayah
4. Faktor topografi
5. Faktor Ekonomi dan Sosial-Budaya, menyangkut pada kebudayaan petani terhadap Inovasi teknologi penyiraman
A. Irigation Sprinkle/ Curah
Sistem irigasi curah/pancar (Sprinkle) memiliki ciri khusus menggunakan pompa dalam mendistribusikai air melalui jaringan pipa dengan bentuk berupa hujan auatu em
bun-embun.
- Konsep dasar yaitu Memancarkan air ke udara yang kemudian jatuh ke permukaan tanah 🡺 menyerupai hujan
- Mekanisme kerjanya: pipa perforasi (berlubang-lubang), alat pancar yang dapat berputar penyemburan dengan tekanan tinggi dimana air dialirkan melalui orifice (nozzle) yg membentuk percikan dan semburan air.
Kelebihan dari Irigasi Curah (Sprinkle) yaitu dapat membasahi lahan dengan air secara merata, dan dapat mengaplikasikan pupuk cair secara simultan bersamaan dengan air yang disemprotkan pada area tertentu, sehingga meningkatkan efektifitas baik tenaga kerja ataupun waktu.
Komponen Utaman Irigasi Curah (Sprinkle)
1. Pompa Air
Pompa air merupakan alat mesin yang memberikan tekanan pada irigasi Sprinkle dan akan membantu dalam memompa air menuju lahan pertanian. Pompa air terdiri 2 jenis yaitu, Pompa Sentrifugal (daerah yang dekat dan air dipermukaan) dan Pompa Turbin ( daerah yang jauh dan di bawah permukaan tanah)
2. Pipa
Pipa menjadi media penyalur aliran air untuk membentuk jaringan aliran. pipa terbagi menjadi dua yaitu pipa utama yang menghubungkan sumber air dengan pompa atau pompa denga lahan sebelum dibagi. Sedangkan pipa lateral yaitu pipa yang membantu pipa utama dalam membagi aliran air pada setiap lahan
3. Nozzle atau Pemancar
Nozzle merupakan lubang pemancar air yang dapat memecah aliran air menjadi bentuk embun-embun atau curah. Penempatan Nozzle sangat berpengaruh pada keseragaman aluran yang diharapkan hingga pada pemancaran air. Nozzle denga lubang yang sedikit umumnya untuk menjangkau daerah yang jauh sedangkan, Nozzle yang banyak lubangnya untuk daerah dekat dengan areal penyiraman luas.
4. Elemen Penunjang
Pada elemen penunjang terdapat beberapa yaitu, Katup. Katup membantu dalam mengontrol aliran air percabnagan berupa debit dan tekanan, kemudian sebagai pembagi air dan dapat mengontrol volume air yang akan digunakan. Selain katub tertadap, Penyaring. Penyaring dibutuhkan apabila sumber air yang digunakan dalam irigasi terdapat kotoran atau sedimen. Fungsi dari penyari untuk mencegah masuknya kotoran ke dalam Nozzle yang dapat menimbulkan penutupan lubang pemancar dan mengakibatkan kerusakan akibat penumpukkan sampah.
Tipe-Tipe Sprinkle
1. Portable
Sistem tidak permanen, dioperasikan pada saat-saat tertentu dimana air dibutuhkan. Biasanya dipergunakan pada areal yang memerlukan tambahan air irigasi. Susunan Komponen berupa Pipa utama, submain, dan pipa lateral umumnya erbuat dari aluminium atau bahan yang ringan sehingga mudah untuk dipindah-pindah.
2. Semi Portable
Perbedaan antara portable dan semi-portable yaitu submain terletak dibawah tanah hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan aliran air. Namun, katub masih mudah untuk dilepas pada ujung.
3. Penggerak Mekanis
Pada sistem sprikle ini, menggunakan unit pipa utama yang diatur secara mekanis, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan tenaga kerja manusia dan dapat mengatur volume air yang digunakan secara digital.
4. Solid Set (Permanen)
Tipe sprinkle ini digunakan ketika tenaga kerja sangat minim, diaplikasikan pada perkebunan atau buah-bauahan, dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pada umur tanaman perkebunan dan dapat diubah menjadi irigasi tetes dalam menyimpan cadangan air.
B. Hidroponik
Hidrponik adalah sistem pengelolaan air sebagai media tanam atau tumbuhan tanaman, serta sebagai media pengambilan unsur hara pada budidaya tanaman tanpa tanah. Kelebihan dari Hidroponik yaitu, menjamin kebersihan media tanamn, tidak adanya pengolahan lahan, tidak bergantung pada musim, memiliki produktivitas tinggi, mudah dalam mengontrol dan merawat, serta sebagai alternatif upaya pada lahan sempit.
Macam-Macam Hidroponik
1.FHS (Floating Hidroponic system) atau hidroponik kuno.
Sistem Hidroponik ini sudah ada sejak abad ke-18 di daerah asia khususnya Cina dan Mesir. Sistem hidroponik floating ini menggunakan bahan susbtrat mengapung dan bahan tanam yang sudah disemai akan ditancapkan pada substrat tersebut, sehingga hanya bagian akar saja yang terendam oleh air. Kelebihan dari sistem hidroponik floating yaitu modal yang murah, tidak membutuhkan pompa dan pipa air, tidak perlu melakukan perawatan alat atau wadah hidroponik. Namun, kelemahan sistem ini yaitu nutrisi pada air harus terus dipantau agar tidak habis dan sering terjadi kontaminasi Alga atau bakteri yang menimbulkan penyakit.
2.NFT (Nutrient Film Technique) atau Hidroponik Kultur Air
Karakteristik sistem hidroponik yang menggunakan teknik ini adalah air dialirkan secara dangkal pada daerah perakaran, sehingga air akan tersirkulasi nutrisi dan oksigen. Kelebihan dari sistem hidroponik nutrient adalah siklus nutrisi terjaga dengan stabil, mendapatkan sirkulasi air yang baik, dan lebih terjamin dari bakteri atau alga yang dapat menimbulkan penyakit. Sedangkan kekurangan dari sistem hidroponik nutrient film adalah membutuhkan modal yang mahal, serta sistem ini rawan mengalami penguapan air.
3. DFT (Deep Film Technique) atau Hidroponik Aliran Dalam
Sistem hidroponik DFT merupakan pengembangan dari sistem hidroponik NFT dengan lebih mendalamkan aliran air, sehingga akan lebih terjaga dan meminimalisirkan penguapan yang terjadi saat sistem aliran berkerja. Akan tetapi, kelemahan dari sistem ini membutuhkan biaya mahal dalam satu wadah budidaya tanaman. Sehingga, sistem ini seringkali menyebabkan para petani mengalami kerugian jika komoditas tanaman yang murah dalam pasarannya.
4. Dreep system atau Hidroponik Tetes
Dreep system merupakan perwujudan hidroponik modern, dimana sistem ini tidak menggunakan volume air per tanaman namun, menggunakan hitungan per tetes pada setiap tanaman. Sistem hidroponik ini sangat cocok pada suatu wilayah yang sering mengalami kekurangan air dan panas, sebab sistem ini dapat meminimalisirkan penggunaan air berlebihan dan penguapan air akibat suhu tinggi. Serta, kelebihan dari hidroponik tetes ini dapat meningkatkan produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan semua sistem hidroponik lainya.
Posting Komentar untuk "Mekanisasi Pertanian || Teknologi Penyiraman"